Kata Kunci: beasiswa pendidikan, tobi moektijono
Kamis, 7 Agustus 2008 | 01:13 WIB
Harapan ini disampaikan orangtua dan siswa berprestasi internasional berkaitan dengan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara Asian Science Camp 2008 di Bali pada Selasa (5/8) malam. Presiden menjanjikan beasiswa pendidikan di dalam dan luar negeri hingga jenjang S-3 (doktor bagi peraih medali emas di ajang olimpiade sains dunia, sedangkan peraih medali perak dan perunggu hingga jenjang S-2 (master).
”Saya sangat gembira sekali, Presiden menjanjikan memberi beasiswa pendidikan untuk siswa berprestasi hingga S-3. Ini penghargaan buat anak bangsa yang berprestasi. Jika Pemerintah Indonesia yang membiayai pendidikan anak berprestasi, itu sangat baik karena anak itu semakin bersemangat untuk mengabdikan diri bagi kemajuan bangsanya,” kata M Kasim, ayah M Firmansyah Kasih (17), peraih medali emas di Olimpiade Fisika Asia dan Olimpiade Fisika Internasional, yang dihubungi dari Jakarta, Rabu (6/8).
Menurut Kasim, anaknya yang duduk di kelas III SMA Athirah Makassar itu mendapat tawaran untuk kuliah di Nanyang Technological University (NTU) Singapura. ”Yang di NTU tinggal wawancara saja. Di satu sisi ada keinginan untuk kuliah di ITB, cuma tetap harus lewat seleksi umum. Harapannya bisa langsung diterima, tapi ITB sepertinya belum ada kebijakan itu. Nanti terserah anak saya saja, dia mau kuliah di mana,” kata Kasim.
Tobi Moektijono (14), peraih medali emas di olimpiade sains Matematika tingkat nasional dan internasional sejak dari SD, mengatakan, komitmen pemerintah untuk memberi beasiswa pendidikan bagi anak berprestasi merupakan hal positif. Dukungan ini bisa memacu semakin banyak anak mempunyai keinginan kuat untuk mengharumkan nama bangsa.
” Tapi juga perlu dipikirkan jika sudah selesai dari belajar di luar negeri, disediakan tempat dan fasilitas untuk berkarya yang berguna bagi bangsa. Dengan demikian, ilmu dan pengetahuan yang dipelajari dari negara lain bisa dikembangkan dan dimanfaatkan untuk bangsa ini,” kata Tobi.
Dia mengatakan, pemerintah jangan hanya memberi perhatian kepada anak yang berprestasi istimewa saja. Semua anak Indonesia harus diberi fasilitas dan kesempatan sama untuk bisa mendapat layanan pendidikan yang baik dan dorongan untuk mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, anak
Sumber: Harian Umum Kompas
7 August 2008 08:12 WIB
Saturday, 22 November 2008
POLLING PEMBACA |