Kata Kunci: angka kelulusan, Ujian Nasional
Sumber: Harian Umum Kompas
Sabtu, 14 Juni 2008 | 00:34 WIB
ANGKA kelulusan siswa SMA/SMK sederajat di sejumlah daerah turun dibandingkan dengan tahun lalu. Meski demikian, ada juga beberapa daerah yang angka kelulusannya naik. Pengumuman kelulusan hasil ujian nasional akan dilakukan Sabtu (14/6) ini.
Di Jawa Tengah, misalnya, angka kelulusan siswa SMA sederajat tahun 2007 sebesar 92,29 persen, sedangkan tahun ini hanya 91,93 persen. Peserta ujian nasional (UN) tingkat SMA sederajat di Jateng tahun 2008 sebanyak 275.618 siswa, sedangkan yang tidak lulus 22.242 siswa atau 8,07 persen.
Kepala Subdinas Perencanaan dan Pengembangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Satoto Rahardjo di Semarang, Jumat, mengatakan, kendati angka kelulusan menurun, kualitas kelulusan tahun ini lebih baik. ”Sebab, standar kelulusan dinaikkan dari 4,25 pada tahun 2007 menjadi 5,25 pada tahun 2008,” ujarnya.
Berdasarkan data tahun lalu, tingkat kelulusan siswa SMA/MA jurusan IPA 95,1 persen, Bahasa 92,1 persen, dan IPS 90,7 persen. Adapun kelulusan siswa SMK mencapai 92,6 persen.
Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo secara terpisah mengatakan tidak masalah jika angka ketidaklulusan siswa tahun ini bertambah. ”Kami tidak merencanakan untuk meningkatkan ketidaklulusan dan kelulusan. Yang paling penting adalah integritas UN dari tahun ke tahun dilaksanakan dengan semakin jujur. Saya selalu katakan UN harus dilaksanakan dengan cara berakhlak dan berbudi pekerti. Angkanya saya tidak terlalu mempermasalahkan,” kata Bambang.
Menurut Bambang, angka lulus dan tidak lulus bukanlah hal yang penting. Sebab, ujian nasional tak hanya menguji kecerdasan, tetapi juga menguji kejujuran siswa, guru, dan kepala sekolah. ”Kecurangan ujian nasional tahun ini berkurang,” ujarnya. (ELN/A05/HLN/RAZ/A10/A11/DMU)
14 June 2008 17:47 WIB
Tuesday, 16 March 2010
POLLING PEMBACA |
May 1st, 2009 at 7:33 pm
Kpan pengumuman hasil uan sma 2009,klo udh ada ksh tau donk
June 15th, 2009 at 9:56 pm
Percuma hasil UN mau naik atau tidak, karena hasil tersebut hanya dilihat tingkat kuantitas tanpa melihat tingkat kualitas…
emang yakin anak-anak yang lulus itu adalah hasil mereka sendiri?