PERISTIWA

Anak-anak Terbaik dari Daerah

Oleh: Ane Nurannisa/Pena

Lagu berjudul Anak Indonesia, lantang dinyanyikan lebih dari 300 anak dari 33 provinsi, yang berkumpul dalam Kongres Anak Indonesia VII/2008. Saat mereka melantunkan lirik yang berbunyi Aku bangga menjadi anak Indonesia, tampak semangat yang menggelora dari anak-anak, seolah dirasakan semua yang hadir di hall di Kinasih Resort, Bogor, tempat berlangsungnya Kongres Anak Indonesia 2008, 21 Juli lalu.

Hadir pada pembukaan Kongres Anak Indonesia di antaranya Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, yang didampingi sejumlah pejabat Depsos, Seto Mulyadi (Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak) dan Arist Merdeka Sirait (Sekjen Komnas Perlindungan Anak).

Peserta kongres adalah anak-anak yang terpilih di semua provinsi. Masing-masing provinsi, melalui Lembaga Perlindungan Anak Daerah (LPAD), memilih 10 anak-anak berprestasi dari kota/kabupaten di setiap daerah. LPAD mencari hingga ke sekolah-sekolah. Anak-anak itu membawa aspirasi dari daerah masing-masing.

Misalnya Dian, siswi kelas 2 SMA I Ambapura, Karangasem, Bali. Sejak SMP, ia selalu menyandang predikat sebagai siswa berprestasi. Sudah biasa ia mengikuti ajang olimpiade bidang Matematika, Biologi, Kimia. Dian juga pernah menjabat ketua OSIS. Di bidang nonakademik, Dian menyabet Juara 1 Lomba Bagus dan Jegeg Tahun 2008, kontes semacam Abang dan None punya Jakarta.

Dian mengaku senang sekali bisa ikut kongres anak. Sebab ia bisa bertemu dengan banyak teman dari berbagai daerah. “Di sini tidak ada persaingan, kita bersama-sama menikmati acara yang seru dan menarik,” ujar Dian tersenyum.

Sebelum mengikuti kongres, Dian dan anak-anak lainnya menerima pembekalan. Ada materi mengenai gambaran umum kegiatan yang akan berlangsung dan latihan berbicara di depan umum. Pada hari pertama kongres, anak-anak diajak saling mengenal pada acara malam keakraban. Bali mendapat kehormatan menampilkan pentas seni budaya, juga Banten. Dian dan teman-teman mempersembahkan sendratari kolosal, yaitu drama dipadu tarian khas Bali.

Lain lagi cerita Wahyu Santoso, pelajar kelas 2 SMAN I Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Ia adalah anggota Paskibraka nasional, dan aktif di kegiatan kampanye antinarkoba di sekolah. Menurut cerita Wahyu, seleksi menjadi peserta kongres anak lumayan ketat. Ia bersaing dengan puluhan kandidat anak berprestasi lainnya.

ANE NURANNISA

22 July 2008 11:46 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Wednesday, 20 August 2008

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI