PENA AKTUAL

841.000 Siswa SD Putus Sekolah

  • Faktor Ekonomi Menjadi Salah Satu Penyebab

Selasa, 12 Agustus 2008 | 01:10 WIB

 

Sekitar 841.000 siswa sekolah dasar serta 211.643 siswa SMP dan madrasah tsanawiyah putus sekolah karena berbagai faktor. Tingginya siswa yang putus sekolah mengancam program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar yang ditargetkan selesai akhir tahun 2008.

 

Direktur Pembinaan TK dan SD Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Mudjito mengatakan, angka putus SD/MI (madrasah ibtidaiyah) sekitar 2,90 persen, sedangkan total murid SD/MI sekitar 28,1 juta. Mudjito mengungkapkan, penyebab siswa putus sekolah antara lain karena persoalan ekonomi, sosiokultural, dan letak geografis yang sulit.

Secara terpisah, Direktur Pembinaan SMP Depdiknas Didik Suhardi mengatakan, umumnya murid SMP putus di kelas I. Guna menekan angka putus sekolah, lanjut Mudjito, pemerintah memberikan beasiswa kepada 690.000 murid SD/MI pada tahun 2008. Setiap anak mendapatkan Rp 360.000 setahun. Beasiswa diberikan kepada anak di kawasan rentan mengalami putus sekolah. Selain itu, diselenggarakan pula program retrival atau penjemputan anak-anak yang putus untuk kembali bersekolah.

Komitmen

Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, Prof Soedijarto, mengatakan, dengan adanya kata ”wajib” dalam Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, seharusnya segala hambatan anak menuntaskan pendidikan dasar bisa diatasi.

”Segala kebutuhan untuk bersekolah harus dipenuhi. Anak usia sekolah yang putus pendidikan dasar dicari dan dikembalikan ke lembaga pendidikan untuk menuntaskan pendidikan dasarnya,” ujarnya.

Persoalannya, memang seberapa jauh pemerintah menjalankan tugas melindungi warga negara secara aktif, termasuk mencerdaskan dan memenuhi hak pendidikannya.

”Jika memang menjadi prioritas dan ada komitmen, pembiayaan seharusnya tidak menjadi masalah. Semua unsur dan sektor pemerintahan seharusnya sepakat menempatkan pendidikan sebagai program utama. Di negara kesejahteraan, pendidikan merupakan prioritas,” ujarnya. (INE)

Sumber: Harian Umum Kompas

12 August 2008 07:10 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Monday, 15 March 2010

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI