SEBANYAK 40 perguruan tinggi swasta di Provinsi DI Yogyakarta kekurangan mahasiswa. Enam di antaranya terancam tutup karena tahun ini tidak memperoleh mahasiswa baru. Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V DI Yogyakarta Budi Santosa Wignyosukarto mengatakan, jumlah perguruan tinggi swasta (PTS) yang kekurangan mahasiswa itu mencapai 30 persen dari 124 PTS yang ada di Provinsi DI Yogyakarta. ”Jumlah mahasiswa di PTS tersebut kurang dari 30 mahasiswa per program studi per angkatan, atau kurang dari syarat minimal kelayakan penyelenggaraan pendidikan,” katanya di
Sementara itu, enam PTS di DI Yogyakarta terancam tutup karena tahun ini tidak lagi mendapat mahasiswa. ”Seharusnya sudah tutup sejak tahun lalu,” katanya.
Jika jumlah mahasiswa di bawah jumlah ideal, PTS tersebut akan sulit bertahan karena sumber pendanaan sebagian besar berasal dari mahasiswa.
Salah satu PTS yang tahun ini tidak memperoleh mahasiswa adalah Politeknik Pusat Pelatihan Keterampilan Profesional (PPKP)
Direktur Politeknik PPKP Kusman Abdi mengatakan, jumlah mahasiswa mulai menurun sejak empat tahun terakhir. Selain itu karena jumlah PTS yang semakin banyak sehingga persaingan meningkat.
Sejumlah permasalahan keuangan pun timbul karena satu-satunya sumber dana PTS adalah mahasiswa. Untuk mengatasinya, PTS tersebut telah mengurangi jumlah tenaga pengajar dari 600 menjadi 15 orang, mengurangi program studi dari 28 menjadi 6 program studi, dan menyewakan gedung yang kini tak terpakai.
Kepala Seksi Pengembangan Pendidikan Tinggi Dinas Pendidikan Provinsi DI Yogyakarta Sugiyanto mengatakan, menutup PTS tidaklah mudah karena wewenang pencabutan izin pendidikan tinggi hanya ada pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas. (IRE/RWN)
Sumber: Harian Umum Kompas
12 August 2008 07:14 WIB
Monday, 15 March 2010
POLLING PEMBACA |