Dari jumlah penganggur berpendidikan tinggi itu, 1,2 juta orang di antaranya benar-benar menganggur (pengangguran terbuka) dan 1,4 juta orang di antaranya setengah menganggur.
“Mereka merupakan lulusan perguruan tinggi, baik sarjana maupun diploma,” kata Ketua Jurusan Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya Malang, Kusdi Raharjo di Jakarta, Jumat (19/6). Menurut dia, yang menjadi penyebab pengangguran adalah minimnya jumlah lapangan kerja di dalam negeri serta rendahnya tingkat keahlian yang dimiliki oleh seseorang.
Seharusnya, kata dia, lulusan perguruan tinggi harus memiliki keahlian yang salah satunya adalah bidang wirausaha (bisnis). ”Wirausaha adalah sangat efektif untuk mengurangi masalah pengangguran. Namun pelaku harus memiliki keahlian,” katanya disela seminar “Peran Strategis School of Business Menghadapi Persaingan Global” di Universitas Atma Jaya
Dengan memilik keahlian wirausaha, seseorang akan bisa bersaing dengan yang lain, termasuk serangan tenaga kerja luar negeri di tengah arus globalisasi. ”Yang menjadi masalah krusial sekarang adalah bagaimana mencetak wirausahawan baru itu,” katanya menegaskan.
Ia menambahkan salah satu upaya untuk membentuk wirausahawan adalah dengan membangun sekolah khusus yang menangani masalah bisnis. Selama ini di
Guru Besar UI bidang Bisnis Internasional, Ferdinand D Saragih, mengatakan, kurikulum sekolah bisnis harus diperbaiki sesuai dengan kebutuhan seiiring dengan arus globalisasi. “Pemimpin-pemimpin perusahaan bisnis masih terus menginginkan supaya “business school” mendesain ulang program studi bisnis untukomengakomodasi tantangan-tantangan globalisasi,” katanya saat dikonfirmasi.
Kurikulum yang diinginkan oleh perusahaan bisnis adalah seperti yang diaplikasikan di
Sumber: www.kompas.com
19 June 2009 14:32 WIB
Wednesday, 17 March 2010
POLLING PEMBACA |